ViewSUMBER DAYA ALAM , RUMUSAN MASALAH NO GENERAL BU 101 at Askari College of Education, Burewala. A. APA YANG HARUS DI LAKUKAN AGAR POTENSI - POTENSI SUMBER DAYA TAMBANG DAPAT LESTARI. Study Resources. Main Menu; by School; by Literature Title; by Subject; SUMBER DAYA ALAM , RUMUSAN MASALAH NO 2.docx - A. APA YANG HARUS DI KKNDR Berbasis Media Sosial Dengan Tema Potensi dan Sumber Daya Alam yang ada di Desa Purwodadi Simpang. •Nama : Deki Aldi RamadhanNPM : 1851020341Prodi SumberDaya Ekonomi Potensi sumber daya ekonomi yang dimiliki Desa Pegiringan adalah adanya Lahan-Lahan Pertanian, Perkebunan, maupun Peralatan Kerja Seperti Peternakan,Perikanan. Potensi Desa Pegiringan, lebih jelas kami paparkan sebagai berikut : Potensi yang ada di Pegiringan untuk mendukung kemajuan Desa, baik dari sumber daya alam, sumber Berikutini potensi sumber daya alam yang ada di Indonesia. 1.Potensi sumber daya hutan. Kekayaan hutan Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia selain Brazil dan Zaire. Berdasarkan catatan Kementrian Kehutanan Republik Indonesia mencapai 99,6 juta hektar. Berikut ini jenis-jenis hutan yang ada di Indonesia. a. Hutan produksi KUPANG- Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum, Mudjiadi mengatakan wilayah Nusa Tenggara Timur yang merupakan daerah kepulauan sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim. "Seperti kita ketahui di beberapa tempat di daerah ini mempunyai intensitas hujan yang rendah, sehingga harus menjadi perhatian semua pemangku kepentingan dalam mencarikan Vay Tiền Online Chuyển Khoản Ngay. PALEMBANG-Kekayaan sumber daya alam dapat dimanfaatkan untuk menunjang dan mempermudah kegiatan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Identifikasilah berbagai sumber daya alam di deerah tempat tinggalmu, kunci jawaban tema 9 kelas 4, halaman 87-88. Tematik 9 Kelas 4 SD/MI Subtema 2 Pemanfaatan Kekayaan Alam di Indonesia, Pembelajaran 5. Disclaimer Kunci jawaban di bawah hanya sebagai panduan bagi orang tua. Soal ini berupa pertanyaan terbuka yang artinya ada beberapa jawaban tidak terpaku seperti di bawah. Baca juga Buatlah Peta Konsep Manfaat Energi Matahari dengan Mengisi Kolom Berikut, Kunci Jawaban Kelas 4 Baca juga Berilah Contoh Hasil Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbarui, Kunci Jawaban Tema 9 Kelas 4 Halaman 52 Ayo Membaca Halaman 85-87 Pemanfaatan Sumber Daya Alam Kekayaan sumber daya alam dapat dimanfaatkan untuk menunjang dan mempermudah kegiatan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Manfaat kekayaan alam bagi masyarakat dapat dirasakan langsung, misalnya hasil pertanian dan perkebunan. Sayur-sayuran, buah-buahan, padi, merupakan contoh beberapa hasil kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan secara langsung. Ada juga kekayaan alam yang dimanfaatkan secara tidak langsung. Artinya kekayaan alam tersebut haruslah diolah terlebih dahulu agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Misalnya minyak bumi yang harus diolah terlebih dahulu menjadi minyak tanah, solar, bensin, maupun aspal agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Sumber daya alam yang kita miliki menghasilkan kekayaan alam berupa hasil pertanian, hasil perkebunan, hasil perikanan, hasil hutan, dan hasil tambang. Sumber daya alam tersebut akan bermanfaat apabila kita dapat mengolahnya dengan baik. Setiap kekayaan alam yang kita miliki mempunyai manfaat dan kegunaan masing-masing. Berikut tabel contoh hasil sumber daya alam dan manfaatnya. Tabel Soal Tema 9 Kelas 4 Halaman 86 Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Ayo Berdiskusi 87-88 Bersama kelompokmu coba identifikasilah berbagai sumber daya alam dan pemanfaatannya di daerah tempat tinggalmu bisa kota, kabupaten, maupun provinsi tempat tinggalmu. Tuliskan hasilnya pada kolom berikut. Tabel Jawaban Tema 9 Kelas 4 Halaman 87 Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Jawab Baca juga Apa yang Dapat Dilakukan Ketika Sumber Energi Digunakan Selama Ini Habis? Kunci Jawaban Kelas 4 Baca juga Contoh Perilaku Bertanggung Jawab Memanfaatkan Sumber Daya Alam, Kunci Jawaban Kelas 4 TIMESINDONESIA, SIDOARJO – Sidoarjo yang berada dipesisir pantai memiliki potensi Sumber Daya Alam SDA berupa tambak yang dapat diolah dan dikembangkan untuk menjadi salah sumber pendapatan daerah PAD yang tentunya perlu sokongan pemerintah daerah. Hal ini disampaikan oleh Calon Bupati nomor urut tiga, Kelana Aprilianto saat menghadiri perlombaan mancing yang digelar Masyarakat Peduli Perubahan Sidoarjo MPPS kawasan Kedung Peluk, "Pengembangan Sidoarjo menjadi kota metropolis tentunya juga tidak boleh melupakan kondisi Sidoarjo sebagai kawasan konservasi sehingga pengembangan usaha berlandaskan lingkungan hidup perlu di dukung dan mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah" ujar Calon Bupati yang diusung PDI Perjuangan dan PAN itu. Karena itu jika kelak diamanati untuk duduk di pendopo, dia bersama dengan Dwi Astutik, akan mengangkat pariwisata lokal. Kelana optimis dapat menarik dan membangun pariwisata asli Sidoarjo untuk menjadi PAD sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat. Sementara itu, Sri Wahyuni salah satu warga yang hadir dalam acara lomba mancing berharap Kelana dapat memajukan pariwisata-pariwisata di Sidoarjo. Karena potensi Sumber Daya Alam untuk pengembangan wisata di Sidoarjo yang berbasis tambak pantai bahkan sungai sangat besar. * ** Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow. - Potensi sumber daya alam SDA di Indonesia beragam pun juga klasifikasi. Lantas, apa saja potensi SDA tersebut dan bagaimana pula dengan jenis-jenisnya?Kehidupan manusia di bumi tak luput dari SDA yang sudah terbentuk ribuan tahun lalu. Manusia tak bisa lepas dari sumber daya alam pada setiap aktivitas mereka baik secara langsung maupun tidak langsung. SDA merupakan sumber daya yang terkandung dalam bumi, air, dan dirgantara yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan manusia. Sumber daya alam yang ada di bumi ini terdapat berbagai bentuk dan Sumber Daya Alam Untuk mempermudah dalam mengetahui jenis-jenis sumber daya alam, SDA dapat digolongkan ke dalam beberapa ini adalah klasifikasi sumber daya alam menurut Rumah Belajar Kemendikbud. 1. Sumber Daya Alam Berdasarkan AsalSumber daya alam yang digolongkan berdasarkan asal terbentuknya dapat dibedakan menjadi dua jenis, yakni organik biotik dan anorganik abiotik. Sumber daya alam biotik berasal dari makhluk hidup seperti tumbuhan dan hewan. Pada proses pemanfaatannya, sumber daya alam ini biasanya ada yang sudah diolah dulu agar bisa dipakai, contohnya ban yang berasal dari karet serta minyak terpenting yang dihasilkan dari getah pinus. Sedangkan sumber daya alam abiotik berasal dari benda-benda mati seperti bebatuan dan yang lainnya. Contoh sumber daya alam abiotik yang sering kita temui adalah marmer, timah, besi, bauksit, dan gas alam. 2. Sumber Daya Alam Berdasarkan Sifat KelestarianSumber daya alam yang digolongkan berdasarkan kelestariannya dapat dibedakan berdasarkan jumlah yang ada di alam, yakni yang dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui. Sumber daya alam yang dapat diperbaharui merupakan sumber daya alam yang tidak akan habis meskipun dipakai berulang kali atau terbentuknya sangat cepat sekali. Contoh SDA yang dapat diperbaharui yaitu air, udara, angin, sinar matahari, tumbuh-tumbuhan, dan hewan. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui merupakan sumber daya alam yang akan habis jika dipakai terus menerus dalam jumlah yang besar dan terbentuknya membutuhkan waktu yang sangat lama. Untuk nilai konsumtifnya, sumber daya alam ini dapat dibedakan lagi menjadi dua, yaitu SDA yang cepat habis dan SDA yang tidak cepat habis. Pada kehidupan sehari-hari, kita bisa menemukan SDA yang cepat habis seperti minyak bumi, gas alam, dan batu bara. Sedangkan SDA yang tidak cepat habis contohnya seperti emas, perak, intan, dan batu permata. 3. Sumber Daya Alam Berdasarkan empat golongan yang bisa ditemui dalam sumber daya alam berdasarkan manfaatnya, yaitua. Sumber Daya Alam RuangSumber daya alam ruang merupakan sumber daya yang diperlukan manusia dalam kehidupannya untuk berbagai kegiatan, sehingga manusia bisa hidup dengan layak dan nyaman. Contoh yang bisa kita ambil dari SDA ini adalah rumah untuk tempat tinggal manusia, selain itu ada ruang untuk peternakan, pertanian, dan Sumber Daya Alam MateriSumber daya alam ini biasanya dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan sumber daya alam lainnya dan bersifat vital. Contohnya garam yang digunakan untuk proses memasak atau bahan tambahan pada industri. Selain itu ada pasir kuarsa yang dimanfatkan dalam pembuatan bangunan dan kebutuhan Sumber Daya Alam EnergiSumber daya alam energi biasanya dimanfaatkan oleh manusia untuk menggerakkan atau menghidupkan perangkat untuk menjalankan aktivitas mereka atau sebagai penunjang kehidupan. Contohnya yaitu gas alam, batu bara, kayu bakar, dan juga bahan bakar minyak yang sangat diperlukan oleh Sumber Daya Alam HayatiSumber daya alam hayati merupakan sumber daya alam yang berbentuk makhluk hidup seperti tumbuhan dan hewan. SDA ini sangat vital dalam kehidupan karena sangat dibutuhkan untuk memenuhi pangan manusia. SDA ini juga paling banyak dibutuhkan oleh manusia, oleh karena itu harus adanya pengelolaan yang baik agar produksi sumber daya alam ini dapat meningkat. Di era modern saat ini, manusia sangat bergantung sekali terhadap sumber daya alam yang ada. Sumber daya alam ini pun dapat menjadi potensi untuk menciptakan hal baru yang dapat menunjang kehidupan Sumber Daya Alam Indonesia Berikut ini adalah potensi sumber daya alam yang ada di Potensi Sumber Daya UdaraUdara memiliki fungsi yang sangat penting untuk kelangsungan hidup makhluk hidup dan tidak bisa digantikan dengan apapun. Selain untuk bernapas, udara juga dibutuhkan oleh tumbuhan untuk proses fotosistesis yang nantinya, hasil dari fotosintesis yang berupa bahan makanan dan oksigen dapat dinikmati oleh manusia atau hewan. Selain itu, udara memiliki potensi sumber daya alam yang dibutuhkan dalam pembangunan suatu Negara, yakni sebagai pembangkit listrik. Di Indonesia sendiri, pembangkit listrik tenaga angin dikenal dengan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu PLTB dan telah resmi dibangun untuk komersil pada tahun 2018 di Sulawesi Selatan. Pembangunan PLTB di Sulawesi Selatan ini dapat memangkas penggunaan Bahan Bakar Minyak BBM. Selain sebagai pembangkit listrik, potensi udara lainnya meliputi penyerapan radiasi sinar UV dari sinar matahari, pemancar telekomunikasi, pengolahan makanan, dan penyebaran spora tumbuhan melalui udara. 2. Potensi Sumber Daya TanahTanah sangat dibutuhkan oleh manusia untuk bercocok tanam hingga pembangunan rumah dan jalan. Umumnya, tanah di Indonesia sangat cocok untuk ditumbuhi tumbuhan seperti padi, jagung, kayu jati, dan lain sebagainya. Sebagai contoh, tanah aluvial, tanah androsol, tanah grumusol, tanah humus, tanah kapur, dan tanah mergel. Potensi sumber daya tanah yang tak luput dari kegunaannya untuk bercocok tanam, maka sektor pertanian dan perkebunan yang ada di Indonesia bisa menopang perekonomian Negara. Hampir sebagian besar wilayah di Indonesia menghasilkan hasil pertanian dan perkebunan yang cukup besar yang mana dapat membantu perekonomian masyarakat. Hasil pertanian dan perkebunan di Indonesia juga sudah diekspor ke negara lain dalam jumlah besar. Sebut saja perkebunan karet yang ada di Indonesia telah mengekspor hasil mereka ke Amerika, Brazil, Singapura, Jepang, dan Tiongkok. Hal ini pun menjadikan Indonesia sebagai pengekspor karet terbesar di dunia setelah Malaysia. Lalu ada kelapa sawit yang hasil dari olahannya seperti minyak sawit dan Palm Kemel Oil sudah diekspor ke berbagai negara, termasuk Amerika, India, Vietnam, Hongkong, Jerman, Singapura, dan masih banyak sektor kakao, Indonesia sudah menjadi produsen terbesar ke-tiga sebagai pengekspor biji kakao. Hasil kakao yang diekspor ke Negara lain yakni dalam bentuk bubuk kakao. Bubuk Kakao ini nantinya akan diekspor ke Amerika, Korea Selatan, Denmark, Jepang, Tiongkok, Italia, dan Negara lainnya. Hasil perkebunan lainnya yang sudah dikenal negara lain yaitu kopi. Sektor kopi ini sangatlah kuat posisinya di dunia dan tidak diragukan lagi kualitas yang dihasilkan. Nantinya, kopi yang dihasilkan dari Indonesia seperti daerah Lampung dan Jawa Tengah ini akan diekspor ke Amerika, Korea Utara, Singapura, Spanyol, Jerman, Perancis, dan negara lainnya. Selain untuk bercocok tanam, tanah juga digunakan sebagai pembuatan batu bata untuk pembangunan dan juga tanah lempung yang biasa dipakai untuk membuat kerajinan atau gerabah. 3. Potensi Sumber Daya AirAir juga memegang peranan penting dalam kehidupan dan memiliki potensi besar dalam pembangunan suatu Negara. Air dapat digunakan sebagai pembangkit listrik dan juga berguna sebagai air minum bagi manusia. Selain itu, dengan adanya siklus pendek, sedang dan panjang yang terjadi pada siklus hidrologi air danau dan air sungai yang dapat menjadi perkembangan hewan air yang nantinya dapat menjadi pangan untuk masyarakat yang tinggal di daerah tersebut. 4. Potensi Sumber Saya TambangIndonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai jumlah hasil tambang yang sangat melimpah. Hasil tambang di Indonesia pun menjadi tumpuan ekonimi bagi masyarakat dan menjadi hal penting untuk menunjang aktivitas kehidupan kita sehari-hari. Sebut saja contohnya potensi minyak bumi yang ada di Indonesia. Saat ini, minyak bumi sangat dibutuhkan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Jumlah minyak bumi pun kian hari kian menipis yang mengakibatkan pemerintah harus mengimpor minyak bumi dari Negara lain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Tak hanya digunakan sebagai bahan bakar saja, minyak bumi juga masih dipakai oleh pemerintah untuk menjalankan pembangkit listrik. Potensi hasil tambang lainnya yaitu gas alam. Jumlah gas alam di Indonesia masih terbilang banyak, bahkan Indonesia menjadi Negara dengan ekspor gas alam terbesar saat ini. Lagi-lagi, gas alam dalam hal ini sangat berpengaruh pada perekonomian Negara dan dapat menjadi salah satu penopang kuat. Selain itu Negara kita juga mendapatkan potensi yang cukup besar dari batu bara. Perlu diketahui, batu bara sangat penting untuk menjalankan pembangkit listrik dan juga dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak. Batu bara juga memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia saat ini dan menjadi salah satu penyumbang devisa negara yang besar. 5. Potensi Sumber Daya LautIndonesia merupakan Negara dengan garis pantai yang sangat panjang dan memiliki potensi yang sangat banyak. Kekayaan laut ini berhasil menempatkan Indonesia sebagai penghasil ikan terbanyak di dunia, hasilnya pun mencapai sekitar 6 juta ton per tahun. Hasil tangkapan ikan para nelayan nantinya akan diambil oleh perusahaan untuk kemudian diproduksi menjadi bahan makanan lain seperti ikan kaleng dan hasil produksi lainnya. Selain itu ada kerang mutiara, rumput laut, dan karang yang terdapat dilautan Indonesia yang bisa dijadikan potensi kelautan saat ini. Produksi mutiara di Indonesia juga sudah tidak diragukan lagi jumlah serta kualitasnya. Mutiara yang dihasilkan pun sudah diminati dan diekspor ke negara lain. 6. Potensi Sumber Daya HutanDi Indonesia, kita bisa menemukan hutan yang sangat banyak tersebar di seluruh penjuru dan sangat lebat. Selain sebagai paru-paru dunia dan penopang air yang jatuh ke tanah agar tidak terjadinya erosi, hutan menjadi salah satu potensi terbesar di Indonesia. Potensi yang dapat dihasilkan dari hutan yaitu kayu. Indonesia tercatat telah menjadi pengekspor produk kayu terbesar di dunia. Hasil kayu ini nantinya akan diekspor ke India, Bangladesh, Tiongkok, Belanda, Mesir, Singapura, Italia dan lainnya. 7. Potensi Sumber Daya PariwisataSelain enam sumber daya tersebut, Indonesia juga sangat unggul dalam hal potensi pariwisata. Pariwisata di Indonesia sangatlah beragam dan mempunyai sejarah masing-masing. Lewat pariwisata, Indonesia dapat menopang perekonomian masyarakat dengan cara mendatangkan para turis dari dalam ataupun luar negeri. Dengan berdatangannya para turis untuk melihat keindahan alam dan peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di Indonesia, masyarakat yang tinggal di sekitar tempat wisata juga bisa menawarkan hasil karyanya untuk di jual. Baca juga Mengenal Sumber Energi Alternatif Matahari, Angin hingga Air Mengenal Fase-Fase Bulan, Penjelasan Bentuk Bulan dan Ukurannya Diskusi Manajemen Sumber Daya Alam di Indonesia - Pendidikan Kontributor Binar AjengPenulis Binar AjengEditor Maria Ulfa Francois Olwage/Unsplash Faktor alami yang menyebabkan perubahan potensi sumber daya alam. - Jelaskan faktor yang menyebabkan perubahan potensi sumber daya alam! Pertanyaan tersebut terdapat dalam buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kelas 7 SMP Kurikulum Merdeka Belajar. Potensi sumber daya alam adalah segala sesuatu yang ada di alam dan berpotensi dimanfaatkan oleh manusia agar kebutuhan hidupnya terpenuhi. Sebagian besar sumber daya alam memang selalu tersedia di alam, namun juga bisa mengalami perubahan. Perubahan sumber daya alam dapat disebabkan oleh faktor alami dan perilaku manusia. Nah, kali ini kita akan belajar menyebutkan faktor alami yang menyebabkan perubahan potensi sumber daya alam. Yuk, simak! Faktor Alami Penyebab Perubahan Potensi Sumber Daya Alam Sesuai namanya, faktor alami artinya faktor-faktor yang berasal dari alam dan berlangsung secara alami tanpa campur tangan manusia. Berikut ini faktor alami yang menyebabkan perubahan potensi sumber daya alam. Bencana alam Erosi Abrasi Gunung Meletus Perubahan Iklim Untuk memahami masing-masing poin di atas, mari simak penjelasan dan contohnya dari artikel berikut ini. 1. Bencana Alam Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia mendefinisikan bencan alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa dari alam. Baca Juga 4 Jenis Pendapatan Rumah Tangga Keluarga dan Contohnya, Materi IPS Bencana alam ini termasuk fenomena alam yang merugikan makhluk hidup di Bumi. Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya. PROMOTED CONTENT Video Pilihan 1. Abstrak Sebuah kawasan baik dalam lingkup kota, pinggiran kota maupun desa, banyak menyimpan potensi lokal dan kekayaan alam yang dapat dikembangkan guna mendukung kesejahteraan masyarakatnya. Salah satunya terdapat di desa Kalanganyar, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Dengan kondisi tapaknya berada di wilayah pesisir utara Pulau Jawa, dimana sebagian besar areanya berupa tambak ikan. Hal ini mempengaruhi tata kehidupan masyarakat serta kondisi sosial ekonominya. Banyaknya nelayan maupun petani tambak, serta melimpahnya hasil tambak berupa ikan bandeng dan hasil laut lainnya, maka berpengaruh terhadap berkembangnya sarana wisatanya. Hal ini ditandai dengan banyaknya tempat kolam-kolam pemancingan ikan, dan tumbuhnya warung-warung kuliner dengan menu utama ikan bandeng bakar yang menjadi ikon bagi desa Kalanganyar. Begitu pula dengan tata kehidupan masyarakat yang taat menjalankan tradisi keislaman tercermin dalam kehidupan seharihari, berpeluang untuk dikembangkan menjadi atraksi wisata yang khas, misalnya musik patrol, rebana dan qasidah. Demikian pula dengan keberadaan tapak, dimana sebagian besar berada di tepian laut, dengan panorama alamnya yang khas dapat diselaraskan dengan mengembangkan konsep rancangan Arsitektur Pesisir pada penyelesaian bangunan-bangunannya, serta mengembangkan konsep fasilitas wisata air lainnya, seperti mendayung, dan susur sungai pada hutan bakau. Diharapkan kegiatan ini akan dapat mendukung terciptanya sebuah desa wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kekayaan dan potensi kawasan Kalangnyar, karenanya digunakan metode eksploratif dan diskriptif, yakni mengeksplorasi seluruh potensi yang ada diuraikan secara diskriptif, selanjutnya dilakukan analisa menggunakan teknik pembacaan sinkronik dan diakronik untuk diperoleh hasil yang dijabarkan secara kualitatif, sehingga akan dapat diwujudkan upaya untuk mewujudkan kawasan Kalanganyar menjadi sebuah desa wisata. Kata-kunci desa, kalanganyar, lokal, potensi, wisata, Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya ISSN 1412 - 6982 e-ISSN 2443-3977 Volume XVIII Nomor 1 November 2020 E-mail 1 Pengembangan Potensi Wilayah Sidoarjo pada Sektor Pariwisata Fitria Widiyani Universitas Negeri Surabaya Jalan Ketintang No. 18, kec. Gayungan, Surabaya 1. Abstrak Sebuah kawasan baik dalam lingkup kota, pinggiran kota maupun desa, banyak menyimpan potensi lokal dan kekayaan alam yang dapat dikembangkan guna mendukung kesejahteraan masyarakatnya. Salah satunya terdapat di desa Kalanganyar, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Dengan kondisi tapaknya berada di wilayah pesisir utara Pulau Jawa, dimana sebagian besar areanya berupa tambak ikan. Hal ini mempengaruhi tata kehidupan masyarakat serta kondisi sosial ekonominya. Banyaknya nelayan maupun petani tambak, serta melimpahnya hasil tambak berupa ikan bandeng dan hasil laut lainnya, maka berpengaruh terhadap berkembangnya sarana wisatanya. Hal ini ditandai dengan banyaknya tempat kolam-kolam pemancingan ikan, dan tumbuhnya warung-warung kuliner dengan menu utama ikan bandeng bakar yang menjadi ikon bagi desa Kalanganyar. Begitu pula dengan tata kehidupan masyarakat yang taat menjalankan tradisi keislaman tercermin dalam kehidupan seharihari, berpeluang untuk dikembangkan menjadi atraksi wisata yang khas, misalnya musik patrol, rebana dan qasidah. Demikian pula dengan keberadaan tapak, dimana sebagian besar berada di tepian laut, dengan panorama alamnya yang khas dapat diselaraskan dengan mengembangkan konsep rancangan Arsitektur Pesisir pada penyelesaian bangunan-bangunannya, serta mengembangkan konsep fasilitas wisata air lainnya, seperti mendayung, dan susur sungai pada hutan bakau. Diharapkan kegiatan ini akan dapat mendukung terciptanya sebuah desa wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kekayaan dan potensi kawasan Kalangnyar, karenanya digunakan metode eksploratif dan diskriptif, yakni mengeksplorasi seluruh potensi yang ada diuraikan secara diskriptif, selanjutnya dilakukan analisa menggunakan teknik pembacaan sinkronik dan diakronik untuk diperoleh hasil yang dijabarkan secara kualitatif, sehingga akan dapat diwujudkan upaya untuk mewujudkan kawasan Kalanganyar menjadi sebuah desa wisata. Kata-kunci desa, kalanganyar, lokal, potensi, wisata, JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya ISSN 1412 - 6982 e-ISSN 2443-3977 Volume XVIII Nomor 1 November 2020 E-mail 2 A. PENDAHULUAN Kabupaten Sidoarjo sebagai sub sistem atau bagian dari ibukota provinsi Jawa Timur merupakan daerah yang mengalami perkembangan pesat karena adanya berbagai potensi yang ada di wilayahnya, seperti industri, perdagangan, serta perikanan yang menjadi potensi unggulan Cahyono, 2012. Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah RPJMD Provinsi Jawa Timur tahun 2014-2019, pengembangan wilayah Kabupaten Sidoarjo diperuntukkan pada sektor perikanan budidaya yang dikemas dalam sebuah sistem minapolitan. Minapolitan merupakan konsep pengembangan ekonomi suatu daerah dengan menggunakan sektor perikanan sebagai basis perekonomian dengan komoditas unggulan daerah masing-masing, dan konsep ini sesuai untuk diterapkan sebagai strategi pengembangan daerah pesisir di Indonesia. Kawasan pesisir merupakan daerah pantai atau tepi laut, dimana merupakan kawasan yang dinamis dan unik sebagai bagian dari suatu kota. Kawasan ini banyak terletak pada area selatan dan utara pantai Jawa, salah satunya adalah Desa Kalanganyar, di Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo. Dengan luas wilayah ± 13,5 Ha dan 2/3 dari luas tersebut adalah lahan pertambakan, dimana masyarakatnya mengandalkan aktifitas pertambakan pasang surut air laut sebagai mata pencaharian. Potensi bahari ini cukup menjanjikan, selain pemandangan visual khas pesisir dan juga terdapat sentra produksi bandeng yang semakin pesat. Didukung potensi alam dan budaya yang begitu rupa, hal ini dapat menjadi daya tarik wisata bagi Desa Kalanganyar sehingga mampu meningkatkan taraf hidup masyarakatnya. Sedangkan menurut Soetarso dan Mulyadin 2001 dalam Pariwisata Inti Rakyat, menyebutkan bahwa desa wisata adalah suatu kawasan pedesaan yang menawarkan keseluruhan suasana yang mencerminkan keaslian pedesaan baik dari kehidupan sosial ekonomi, sosial budaya, adat istiadat, keseharian, memiliki arsitektur bangunan dan struktur tata ruang desa yang khas, atau kegiatan perekonomian yang unik dan menarik serta mempunyai potensi untuk dikembangkannya berbagai komponen kepariwisataan. Desa-desa yang bisa dikembangkan dalam program desa wisata akan memberikan contoh yang baik bagi desa lainnya. Memberikan contoh yang baik bagi desa lainnya. Merujuk kepada kriteria desa wisata Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, 2010, bahwa desa Kalanganyar saat ini mempunyai potensi utama berupa produksi ikan bandeng serta wisata tambak dan kolam pemancingan ikan. Namun aspek wisata lainnya di Desa Kalanganyar masih sangat rendah. Hal ini terlihat dengan belum adanya sarana yang dapat mendukung kemajuan potensi wisata pada kawasan atau wilayahnya. Banyak sarana fisik yang belum didirikan dan ditata pada area desa ini, meliputi sarana parkir kendaraan wisatawan, penataan pasar ikan, tambak dan sebagainya. Beberapa kawasan terlihat kumuh dan tidak terawat, limbah ikan mengganggu visual maupun kualitas hidup masyarakatnya. Dari uraian kondisi ini, maka penelitian ini bertujuan untuk a. Mengidentifikasi aspek non-fisik, yaitu nilai-nilai sosio-kultural yang dimiliki masyarakat sehingga mampu meningkatkan kualitas fisik kawasan yang mewadahi aspek–aspek infrastruktur pada kawasan desa wisata pesisir b. Melakukan pemetaan potensi fisik kawasan melalui mapping proses pembentukan dan perkembangan kawasan desa terkait, sehingga dapat meningkatkan kualitas non fisik kawasan berdasarkan kebutuhan masyarakat dalam memanfaatkan potensi desanya. c. Memberikan arahan tatanan ruang Fitria Widiyani, pengembangan potensi wilayah 3 kawasan dan tampilan bangunan agar dapat membentuk kesan visual-spasial kawasan yang baik dan meningkatkan vitalitas daerahnya. Dengan pengelolaan dan pemanfaatan potensi alam dan budaya yang kuat, akan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. Guna memberikan manfaat yang optimal, khususnya bagi masyarakat di lingkungan Desa Kalanganyar, dibutuhkan konsep perancangan dan penataan kawasan desa wisata yang terintegrasi dengan baik, sekaligus memunculkan ciri arsitektur pesisirnya sebagai kearifan lokal B. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah exploratif dan diskriptif, yakni metoda penelitian dengan mengeksplorasi potensi fisik dan non fisik, yang dituangkan dalam uraian diskriptif Faqih, 2007. Dari data yang diperoleh, selanjutnya dianalisa dengan menggunakan metode pembacaan secara sinkronik maupun diakronik, sehingga diperoleh gambaran secara kualitatif potensi fisik dan non fisik sosiol kemasyarakatan yang dapat dikembangkan dalam mendukung terciptanya desa wisata Kalanganyar. Metode Pengumpulan Data Secara keseluruhan, metode pengumpulan data yang dilakukan di kawasan Desa Kalanganyar, Sidoarjo adalah 1. Melakukan observasi lapangan terhadap kondisi fisik, sarana dan prasarana pendukung wisata yang terdapat di kawasan Kalanganyar 2. Melakukan wawancara dengan aparatur pemerintah kepala desa dan jajarannya serta masyarakat desa, pengunjung dan pengelola fasilitas wisata yang ada, terkait pengambilan data primer maupun sekunder, seperti struktur sosial ekonomi masyarakat, karakteristik sosial budaya, dan lain sebagainya yang menjadi potensi kawasan aspek non-fisik C. HASIL DAN PEMBAHASAN Aspek Non Fisik Kondisi Sosial Demografi Penduduk desa Kalanganyar berjumlah kurang lebih 5437 orang, yang terdiri dari 1657 Kepala Keluarga KK dengan komposisi penduduk dengan jenis kelamin laki-laki berjumlah 2661 orang dan jenis kelamin perempuan berjumlah 2776 orang. Tabel 1. Jumlah penduduk menurut kelompok usia 1. kelompok pendidikan sekolah 2. kelompok tenaga kerja produktif Sumber Monografi Desa Kalanganyar 2015 4 Fitria Widiyani, pengembangan potensi wilayah Sidoarjo pada sektor pariwisata Dari tabel kependudukan tersebut, terbaca bahwa masyarakat desa Kalanganyar mempunyai banyak warga yang termasuk dalam kelompok Produktif. Hal ini merupakan aset sumber daya manusia SDM yang dapat dikembangkan sebagai potensi. Gambar 1 hasil laut melimpah Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Mengacu dari monografi Desa Kalanganyar 2015, bahwa sebagian besar penduduk desa Kalanganyar mempunyai mata pencaharian sebagai Petani Tambak, mengingat sebagian besar wilayah Kalanganyar adalah Tambak, seperti yang tercantum pada tabel berikut ini Tabel 2. Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian Sumber Monografi Desa Kalanganyar 2015 Selain sebagai petani tambak, masyarakat desa Kalanganyar juga banyak berprofesi sebagai karyawan swasta. Disamping itu banyaknya pedagang/ wirausaha yang ada, didominasi dengan bidang usaha dalam lingkup Pertambakan dan Perikanan, seperti Pengusaha Kolam Pemancingan Ikan, Pengusaha Kuliner/ Warung Makan dengan menu utama hasil laut/ tambak, seperti Bermacam-macam Ikan, Kepiting, Kerang, Udang, Cumi Seafood, Bandeng Bakar, Bandeng Cabut Duri,dan hasil olahan laut lainnya, seperti Kerupuk Ikan, Petis dan Terasi. Dengan kekhasan menu inilah, yang akhirnya banyak dikenal oleh masyarakat, tidak hanya desa Kalanganyar namun meluas sampai di luar wilayah sekitarnya. Aspek Fisik Kondisi Sarana/ Fasilitas Fasilitas Sosial Kemasyarakatan Desa Kalanganyar dengan luas lahan kurang lebih 2923 Ha, dihuni oleh penduduk dengan jumlah 5437 orang, terdiri dari 1731 KK Kepala Keluarga, terdapat dalam 5 RW Rukun Warga dan 23 RT Rukun Tetangga. Dari hasil observasi lapangan, terdapat adanya beberapa balai pertemuan, setingkat RW yang dimanfaatkan oleh warga masyarakat setempat sebagai sarana untuk berkumpul dan bersosialisasi. Untuk mewadahi aktifitas pertemuan masyarakat setingkat RT, biasanya warga menggunakan salah satu rumah penduduk sebagai tempat berkumpul. Fasilitas Keagamaan Keberadaan fasilitas Masjid dan Mushollah, banyak dijumpai di seluruh pelosok desa Kalanganyar, karena hampir seluruh warganya mayoritas beragama Islam. Dari data Monografi desa Kalanganyar 2015, disebutkan bahwa terdapat 1 Masjid dan 19 Mushollah. Hal ini Fitria Widiyani, pengembangan potensi wilayah 5 menunjukkan bahwa hampir di setiap lingkungan RT terdapat adanya fasilitas peribadatan bagi umat Islam. Keberadaan bangunan masjid utama berdekatan dengan kantor Balai Desa, dan dihubungkan dengan ruang terbuka yang berupa plasa. Disinilah aktifitas utama sosial kemasyarakatan terjalin, terutama pada saat adanya perayaan hari besar keagamaan, seluruh warga akan berkumpul dan merayakan secara bersama-sama. Fasilitas Perdagangan Banyaknya keberadaan tambak yang mendominasi hampir sebagian besar wilayah desa Kalanganyar, menunjukkan tingginya aktifitas perdagangan, khususnya jual beli ikan yang merupakan hasil dari tambak. Hal ini ditandai dengan adanya fasilitas Pasar Ikan yang terdapat di sekitar desa Kalanganyar, yang sekaligus berfungsi sebagai Pasar Wisata, dengan luas ± 0,0627 Ha. Disamping adanya pasar ikan, banyak pula warga yang membuka usaha dengan berjualan ikan segar, membuka kios/toko yang menjual produk ikan olahan, seperti otak-otak bandeng, bandeng presto, bandeng cabut duri, krupuk ikan, terasi dan petis, serta warung warung makan/ kuliner dengan menu utama bandeng bakar. Hal ini dapat memberikan nuansa yang khas bagi desa Kalanganyar. Fasilitas Pendidikan Fasilitas Pendidikan yang terdapat di lingkungan desa Kalanganyar, cukup beragam jenisnya, mulai dari tingkatan pra-sekolah sampai dengan pendidikan tingkat atas. Dan mayoritas fasilitas pendidikan berlandaskan syariat islam yang menandakan bahwa masyarakat lebih dominan beragama islam Fasilitas Kesehatan Salah satu aspek penting dalam mendukung kegiatan warga masyarakat desa Kalanganyar adalah tersedianya fasilitas kesehatan, yang tersedia dalam bentuk Pusat Kesehatan Masyarakat Puskesmas Pembantu, berjumlah 1 satu buah dan 5 lima buah Posyandu Pos Pelayanan Terpadu yang lebih dikhususkan untuk melayani bayi dan balita. Selain itu ada beberapa tempat pelayanan kesehatan yang dibuka secara perorangan berupa praktek Dokter Umum, maupun Pelayanan Bidan untuk ibu-ibu hamil dan melahirkan. Fasilitas Olahraga dan Rekreasi/Wisata Kegiatan rekreasi yang paling banyak terdapat di kawasan desa Kalanganyar adalah berupa kolam pemancingan ikan. Kolam Pemancingan yang besar terdapat 6 enam buah, selebihnya adalah berukuran sedang dengan jumlah cukup banyak. Keberadaan kolam pemancingan ikan dimiliki oleh warga secara perorangan dan banyak dikunjungi oleh warga masyarakat dari luar desa Kalanganyar. Berkembangnya bisnis usaha kuliner yang berupa warung makan dengan menu yang khas, dapat menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk datang dan berwisata kuliner. Sehingga keberadaan warung-warung makan yang ada, dapat menunjang aspek kepariwisataan. Banyaknya warung-warung makan dengan menu yang khas bandeng bakar, perlu didukung dengan kelengkapan fasilitas lainnya, parkir yang memadai. Untuk mengembangkan fasilitas wisata air, tempat rekreasi waterboom, kolam renang maupun sepeda air. Gambar 2 wisata pemancingan Penataan Spasial Kawasan Mengacu pada tata ruang kawasan desa Kalanganyar, terdiri dari sebagian kecil area permukiman, dan sebagian besar merupakan area pertambakan. 6 Fitria Widiyani, pengembangan potensi wilayah Sidoarjo pada sektor pariwisata Keberadaan fasilitas/sarana perdagangan dan pemerintahan menjadi bagian didalam kawasan permukiman. Area pertambakan merupakan transisi antara area permukiman dan tepian laut, yang terdapat pula beberapa sungai yang bermuara ke laut. Namun jika melihat potensi dan kondisi geografis yang ada pada kawasan desa Kalanganyar, banyak memberikan kesan estetika visual yang khas dengan pemandangan alamnya. Sehingga untuk menikmati panorama alam dapat ditunjang dengan kegiatan Susur Sungai dengan bersampan/ berperahu sepanjang sungai, pantai dan hutan bakau dapat dikembangkan sebagai kegiatan wisata sekaligus olahraga. Arsitektur Pesisir Meskipun sebagian besar kawasan Kalanganyar didominasi dengan kawasan pesisir dan pertambakan, namun belum banyak tercermin ciri arsitektur pesisir pada bangunannya. Hal ini dikarenakan bangunan hunian menempati area daratan yang agak jauh dari tepian laut. Namun pada area pertambakan ada beberapa bangunan gazebo maupun warung-warung makan yang menggunakan pola dan tampilan arsitektur lokal, yakni bangunan semi permanen dengan bentuk atap pelana, dan sosoran atap yang panjang, sehingga memberikan pernaungan. Dalam perkembangannya nanti, dapat diterapkan pola dan langgam arsitektur pesisir pada bangunannya, sehingga akan memberikan visual estetika yang khas, sebagai daerah wisata. D. KESIMPULAN Dari hasil telaah eksplorasi terhadap potensi-potensi yang dimiliki oleh kawasan kalanganyar, untuk dapat diwujudkan sebagai desa wisata, terdapat pula hambatan atau kendala yang perlu diminimalisasi dampak-dampak negatifnya, yaitu 1. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, baik terhadap sistem pembuangan sampah padat maupun pembuangan limbah cair buangan dari rumah atau home industry, yang cenderung dibuang ke sungai, sehingga terjadi penyumbatan dan polusi air sungai. Karena salah satu aspek keberhasilan sebuah desa wisata tercermin dari kebersihan lingkungan sekitarnya. 2. Perlu diantisipasi adanya pendangkalan air sungai yang diakibatkan oleh endapan lumpur. Karena pada saat hujan deras atau air laut pasang, kecenderungan terjadi banjir, sampai menggenangi jalan setapak area pertambakan. Karenanya perlu dilakukan pengerukan secara berkala. Sedangkan dari aspek kesiapan masyarakat dalam menyongsong kedatangan pengunjung yang berwisata ke Kalanganyar adalah penunjukan sikap ramah tamah telah ditunjukkan oleh warga masyarakat hendaknya tetap dipertahankan, guna mendukung kenyamanan wisatawan. DAFTAR PUSTAKA Cullen, Gordon 1975. The Concise Townscape . The Architectural Press. Cambridge University Press. Darjosanjoto, Endang Titi Sunarti. 2006. Penelitian Arsitektur Di Bidang Perumahan Dan Permukiman, Its Press, Surabaya. Duerk, Dona. 2008. Architectural Programing, Van Nostrand Reinhold, New York, Faqih, Muhammad. Kerja Kuliah Metodologi Penelitian Arsitektur. Pascasarjana Arsitektur, ITS Surabaya Ismariandi, Rozy,Dkk. 2010. Konsep Pengembangan Kampung Nelayan Pasar Bengkulu Sebagai Kawasan Wisata. Seminar Nasional Perumahan Permukiman Dalam Pembangunan Kota. Arsitektur ITS Surabaya Mulyandari, Hestin. 2011. Pengantar Arsitektur Kota. Yogyakarta Andi Offset Purnamasari, Irma. Partisipasi Masyarakat Dalam Perencanaan Pembangunan Di Kecamatan Cibadak Kabupaten Fitria Widiyani, pengembangan potensi wilayah 7 Sukabumi. Universitas Diponegoro. Semarang. Soetarso, R. Mohammad Mulyadin, Priasukmana. 2001. Pembangunan Desa Wisata Pelaksanaan Undang – Undang Otonomi Daerah. Spillane, James E. 1994, Ekonomi Pariwisata. Kanisius Yogyakarta Tahir, Mohammad. 2005. Pemanfaatan Ruang Kawasan Tepi Pantai Untuk Rekreasi Dalam Mendukung Kota Tanjungpinang sebagai Waterfront City. Lembaga Penelitian Universitas Diponegoro Semarang. Eva Elviana Prosiding Seminar Archimariture IPLBI 2018 9 Wikrawardana, Andryan. 2009. Membangun Identitas Kota. . diakses pada 03 Pebruari 2018 ResearchGate has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publication.

lakukan identifikasi potensi sumber daya alam yang ada di sidoarjo